Bawaslu Boyolali Ajak Masyarakat Jaga Demokrasi, Tolak Hoaks dan Ujaran Kebencian
|
Boyolali – Jum'at, 12 September 2025, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Boyolali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga demokrasi di Indonesia dengan menolak segala bentuk hoaks, ujaran kebencian, dan polarisasi politik. Ajakan ini ditegaskan Bawaslu melalui kampanye edukatif di media sosial yang dikemas dalam bentuk poster sederhana namun sarat makna.
Ketua Bawaslu Boyolali, Widodo, menyampaikan bahwa penyebaran informasi palsu, provokasi kebencian, dan politik identitas yang berlebihan berpotensi merusak persatuan bangsa. “Jika hoaks, ujaran kebencian, dan polarisasi politik dibiarkan, maka yang dipertaruhkan adalah keutuhan dan kualitas demokrasi kita,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting untuk ikut serta dalam pencegahan. Tidak hanya dengan menolak informasi menyesatkan, tetapi juga dengan menyebarkan konten positif serta mengedepankan sikap bijak di ruang digital maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kampanye ini, Bawaslu Boyolali berharap tercipta kesadaran bersama bahwa demokrasi hanya akan kuat jika masyarakatnya saling menghormati, menjaga persatuan, dan menolak praktik politik yang merusak.
Dengan ajakan ini, Bawaslu Boyolali menegaskan komitmennya untuk tidak hanya mengawasi jalannya Pemilu, tetapi juga mengedukasi masyarakat agar aktif berkontribusi dalam menjaga kondusivitas demokrasi bangsa.
Penulis : Fajar Arif Musthofa
Editor : Alan Amundi Wibowo