“Urip Mung Mampir Ngombe”, Tausiyah Dhuhur Bawaslu Boyolali Ajak Perbanyak Bekal Menuju Keabadian
|
Boyolali — Mengisi bulan suci Ramadhan dengan penguatan spiritual, Bawaslu Kabupaten Boyolali kembali menggelar Sholat Dhuhur berjamaah yang dilanjutkan tausiyah keagamaan pada Senin (2/3/2026) di kantor setempat. Kegiatan yang diikuti jajaran pimpinan dan staf tersebut menjadi momentum refleksi diri di tengah pelaksanaan tugas pengawasan.
Tausiyah disampaikan oleh Anggota Bawaslu Boyolali, Agus Marwanto, yang mengajak seluruh peserta untuk senantiasa memperbanyak kebaikan. Dalam ceramahnya, Agus menegaskan bahwa hakikat penciptaan manusia telah ditegaskan dalam Al-Qur’an melalui ayat, “Wa maa kholaqtul jinna wal insa illa liya’budun” — tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku.
“Ayat tersebut mengingatkan kita bahwa hidup ini memiliki tujuan yang jelas, yakni beribadah dalam arti luas. Apapun profesi dan aktivitas kita, semuanya harus bernilai ibadah,” ujarnya.
Agus juga mengangkat petuah Jawa “urip mung mampir ngombe” yang berarti hidup hanya singgah untuk minum. Filosofi tersebut mengajarkan bahwa kehidupan dunia bersifat sementara, sehingga manusia perlu menyiapkan bekal terbaik untuk kehidupan yang abadi.
“Ramadhan adalah momentum memperbanyak bekal menuju keabadian. Jangan sampai kita terlena oleh kesibukan dunia, sementara bekal akhirat kita minim,” pesannya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tujuan utama puasa sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an adalah agar manusia menjadi pribadi yang bertakwa. Taqwa dimaknai sebagai kesungguhan menjalankan perintah Allah dan menjauhi segala larangan-Nya.
Melalui kegiatan sholat berjamaah dan tausiyah ini, Bawaslu Boyolali berharap nilai-nilai Ramadhan tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi benar-benar membentuk pribadi yang lebih baik, berintegritas, dan penuh kesadaran dalam menjalankan amanah pengawasan demokrasi.
Foto : Fajar Arif Musthofa
Penulis : Fajar Arif Musthofa
Editor : Alan Amundi Wibowo