Agus Suyanto Dorong Peserta P2P Menjadi Agen Perubahan dalam Pengawasan Demokrasi Berbasis Digital
|
BOYOLALI – Sesi terakhir Pendalaman Pengetahuan dan Keterampilan dalam kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 Bawaslu Kabupaten Boyolali dilaksanakan mulai pukul 15.00 WIB. Materi disampaikan oleh Agus Suyanto, Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Boyolali, yang mengajak peserta memperkuat komitmen dan kapasitas sebagai agen pengawasan demokrasi di tengah masyarakat.
Dalam paparannya, Agus menekankan bahwa keberhasilan pengawasan partisipatif tidak hanya ditentukan oleh pemahaman regulasi dan teknis pengawasan, tetapi juga oleh kemampuan membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk turut menjaga kualitas demokrasi. Menurutnya, pengawas partisipatif harus mampu menjadi penggerak yang menghubungkan nilai-nilai demokrasi dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.
“Pengawasan partisipatif bukan hanya tentang menemukan pelanggaran, tetapi juga tentang membangun budaya demokrasi yang sehat. Ketika masyarakat memahami hak dan kewajibannya, maka potensi pelanggaran dapat dicegah sejak awal,” ungkap Agus.
Ia menjelaskan bahwa tantangan demokrasi saat ini tidak hanya berasal dari pelanggaran yang terjadi pada tahapan pemilu, tetapi juga dari rendahnya kesadaran politik, penyebaran informasi yang tidak benar, serta minimnya partisipasi masyarakat dalam mengawal proses demokrasi. Oleh karena itu, kader pengawas partisipatif perlu hadir sebagai sumber informasi yang kredibel dan mampu memberikan edukasi kepada lingkungan sekitarnya.
Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami pentingnya membangun komunikasi yang efektif dengan masyarakat, memperluas jejaring kolaborasi, serta memanfaatkan media digital sebagai sarana edukasi dan penyebaran informasi kepemiluan. Menurut Agus, generasi muda memiliki posisi strategis dalam menyampaikan pesan-pesan demokrasi kepada masyarakat melalui berbagai platform yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Selain itu, Agus juga mengingatkan bahwa integritas merupakan modal utama seorang pengawas partisipatif. Sikap jujur, independen, objektif, dan bertanggung jawab harus selalu dijaga agar kepercayaan masyarakat terhadap proses pengawasan tetap terpelihara.
“Kita ingin melahirkan kader-kader pengawas partisipatif yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menjadi teladan di tengah masyarakat. Integritas dan kepedulian sosial harus berjalan beriringan,” tegasnya.
Pada akhir pemaparan, Agus mengajak seluruh peserta untuk terus menjaga semangat belajar dan mengembangkan pengetahuan yang telah diperoleh selama kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif. Ia berharap para peserta dapat menjadi mitra strategis Bawaslu dalam mengawal setiap proses demokrasi, sekaligus menjadi pelopor terciptanya budaya pengawasan yang partisipatif dan berkelanjutan.
Melalui sesi penutup ini, peserta diharapkan memperoleh penguatan mengenai peran strategis pengawas partisipatif sebagai agen perubahan yang mampu membangun kesadaran demokrasi, memperluas partisipasi masyarakat, serta turut menjaga integritas Pemilu dan Pemilihan menuju tahun 2029 yang bermartabat.
Foto : Lanjar Kurniawan
Penulis : Fajar Arif Musthofa
Editor : Alan Amundi Wibowo