Aria Bima: “Jika Bawaslu Kuat, Rakyat Percaya. Jika Rakyat Percaya, Demokrasi Tegak Berdiri.”
|
Boyolali — Narasumber ketiga dalam kegiatan Sinergitas Bersama Mitra Kerja Bawaslu dalam Penguatan Kelembagaan Pengawas Pemilu Tahun 2025, Aria Bima, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi II DPR RI, menegaskan pentingnya penguatan kelembagaan Bawaslu untuk menjaga kepercayaan publik terhadap demokrasi.
Dalam paparannya bertajuk “Penguatan Kelembagaan Bawaslu untuk Menciptakan Pengawasan yang Partisipatif”, Aria Bima menyampaikan bahwa Pemilu dan Pilkada merupakan dua pilar utama demokrasi yang menjunjung asas Luber dan Jurdil sebagaimana diamanatkan konstitusi. “Bawaslu adalah garda terdepan penjaga marwah demokrasi. Kekuatan lembaga ini menentukan sehat tidaknya sistem politik kita,” ujarnya di hadapan peserta, Selasa (14/10/2025) di Al-Azhar Azhima Hotel & Convention, Boyolali.
Ia menjelaskan bahwa pengawasan pemilu yang efektif harus bersifat dua arah — tidak hanya datang dari lembaga pengawas, tetapi juga dari masyarakat. Untuk mewujudkan hal itu, dibutuhkan integritas dan kapasitas tinggi dari jajaran Bawaslu agar kepercayaan publik terus tumbuh.
Lebih lanjut, Aria Bima menekankan bahwa penyelenggara pemilu, termasuk Bawaslu, harus netral, taat pada undang-undang, bebas dari konflik kepentingan, serta menjadi teladan moral bagi masyarakat. Integritas tanpa kapasitas akan lumpuh, sementara kapasitas tanpa integritas dapat menimbulkan penyimpangan.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya Bawaslu dalam membangun pengawasan berbasis partisipasi. Menurutnya, partisipasi masyarakat tidak boleh berhenti pada formalitas, tetapi harus berkembang menjadi kesadaran politik mandiri yang memperkuat demokrasi substansial.
“Bawaslu yang kuat adalah lembaga permanen yang tak tergantikan. Ia menjadi pilar demokrasi yang tidak bisa ditawar. Jaga integritas, tingkatkan kapasitas, dan bangun partisipasi rakyat,” pungkasnya.
Pesan Aria Bima ini sejalan dengan semangat kegiatan yang diinisiasi Bawaslu Boyolali — memperkuat sinergi kelembagaan, menumbuhkan partisipasi publik, dan memastikan demokrasi tumbuh di atas fondasi kepercayaan rakyat.
Foto : Fajar Arif Musthofa
Penulis : Fajar Arif Musthofa
Editor : Alan Amundi Wibowo