Bawaslu Boyolali Laksanakan Jumat Sehati dengan Tausiyah “Santri Pilar Moral Demokrasi Bangsa”
|
Boyolali, 10 Oktober 2025 — Bawaslu Kabupaten Boyolali melaksanakan kegiatan Jumat Sehati dengan format yang berbeda. Kali ini, kegiatan diisi dengan tausiah inspiratif bertema “Santri: Pilar Moral Demokrasi Bangsa” bersama narasumber eksternal, yaitu Eko Sumadi (Dosen UIN Sunan Kudus) dan Muhammad Nasron (Wakil Katib MWC NU Boyolali).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Jumat Menjaga Tubuh, Sehat Hati Kuat Iman yang dirancang untuk menyeimbangkan kebugaran jasmani dan ketenangan rohani para pegawai. Tausiah kali ini menyoroti nilai-nilai pesantren dan peran santri dalam memperkuat moralitas kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dalam pemaparan materinya, para narasumber menggarisbawahi bahwa santri memiliki kontribusi besar dalam sejarah perjuangan bangsa, terutama melalui semangat Resolusi Jihad tahun 1945 yang menjadi fondasi kebangkitan nasionalisme religius. Nilai-nilai khas pesantren seperti kejujuran, kesederhanaan, kedisiplinan, dan adab menjadi teladan penting dalam menjaga etika politik dan demokrasi di Indonesia.
Ketua Bawaslu Boyolali, Widodo, menyampaikan bahwa kegiatan tausiyah ini menjadi momen reflektif untuk memperkuat spiritualitas dan integritas jajaran pengawas Pemilu. “Semangat santri harus kita jadikan teladan — berjuang dengan keikhlasan, mengawal demokrasi dengan hati yang bersih dan niat yang lurus,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Boyolali berharap nilai-nilai keislaman dan kebangsaan dapat semakin mengakar di lingkungan kerja, sehingga semangat Jumat Sehati bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi budaya kelembagaan yang membentuk pribadi sehat, hati kuat, dan iman teguh dalam menjalankan amanah pengawasan Pemilu.
Foto : Hendrawan Wijaya
Penulis : Fajar Arif Musthofa
Editor : Alan Amundi Wibowo