Bawaslu Boyolali Tekankan Etika Demokrasi di Jumat Sehati
|
Boyolali – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Boyolali kembali melaksanakan kegiatan Jumat Sehati yang rutin digelar setiap pekan (26/09). Dalam kesempatan kali ini, anggota Bawaslu Kabupaten Boyolali, Koordinator Divisi SDM, Organisasi, dan Diklat, Tedjo Dwijanto, menyampaikan tausiyah dengan tema “Menjaga Nilai-Nilai Demokrasi dalam Pemilu”.
Dalam tausiyahnya, Tedjo menegaskan bahwa demokrasi sejatinya memiliki nilai yang sejalan dengan ajaran Islam, yakni keadilan, musyawarah, dan amanah. Ia mengutip firman Allah dalam QS. Asy-Syura ayat 38 yang menekankan pentingnya musyawarah dalam setiap urusan. “Dalam kehidupan berbangsa, musyawarah diwujudkan salah satunya melalui pemilu. Karenanya, pemilu bukan sekadar rutinitas lima tahunan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” jelasnya.
Lebih lanjut, Tedjo mengingatkan pesan Rasulullah SAW bahwa memilih pemimpin yang tepat merupakan kewajiban umat. “Ketika kita sembarangan memilih atau menjual suara karena politik uang, sama saja kita telah menodai amanah dan mengundang kehancuran,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga etika dalam berdemokrasi. Perbedaan pilihan dalam pemilu tidak boleh memutuskan ukhuwah dan persaudaraan. “Pemilu pasti menghadirkan perbedaan, namun Islam mengajarkan kita untuk tetap saling menghormati dan tidak mencela,” ungkap Tedjo.
Selain itu, masyarakat juga diajak untuk berperan aktif mengawasi jalannya pemilu sebagai bentuk amar ma’ruf nahi munkar. Menurutnya, mengawasi pemilu agar bebas dari politik uang, hoaks, dan kecurangan merupakan tanggung jawab bersama.
“Pemilu bukan hanya urusan dunia, tetapi juga bisa bernilai ibadah sosial apabila diniatkan untuk mencari ridha Allah SWT. Dengan memilih pemimpin yang amanah, kita berharap negeri ini menjadi baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” pungkas Tedjo.
Kegiatan Jumat Sehati ini ditutup dengan doa bersama, memohon agar Indonesia senantiasa diberikan pemimpin yang adil, amanah, serta dijauhkan dari perpecahan dan fitnah.
Penulis : Hendrawan Wijaya
Editor : Alan Amundi Wibowo