Kawal Akurasi Data Pemilih, Bawaslu Boyolali Awasi Pleno PDPB Triwulan II
|
Boyolali — Bawaslu Kabupaten Boyolali melaksanakan pengawasan terhadap Rapat Pleno Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan II Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh KPU Kabupaten Boyolali. Pengawasan dilakukan untuk memastikan proses pemutakhiran data pemilih berlangsung sesuai ketentuan serta menghasilkan daftar pemilih yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Berdasarkan hasil rapat pleno, jumlah pemilih pada PDPB Triwulan I Tahun 2026 tercatat sebanyak 850.440 pemilih, sedangkan pada PDPB Triwulan II Tahun 2026 meningkat menjadi 854.895 pemilih. Dengan demikian, terdapat penambahan sebanyak 4.455 pemilih dibandingkan triwulan sebelumnya.
Dalam pelaksanaan pleno, Bawaslu Boyolali tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga menyampaikan sejumlah masukan sebagai bentuk upaya pencegahan dan peningkatan kualitas pemutakhiran data pemilih.
Masukan pertama, Bawaslu meminta KPU Kabupaten Boyolali menampilkan data pemilih pada Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih) yang merupakan hasil tindak lanjut atas saran perbaikan (sarper) yang telah disampaikan Bawaslu. Langkah ini dinilai penting sebagai bentuk akuntabilitas sekaligus memastikan setiap saran perbaikan yang diberikan telah ditindaklanjuti secara jelas.
Selain itu, Bawaslu juga meminta KPU Kabupaten Boyolali menyajikan data pemilih baru dan pemilih Tidak Memenuhi Syarat (TMS) secara lebih rinci berdasarkan kategori. Penyajian data yang lebih detail diharapkan dapat menjadi salah satu bentuk keterbukaan informasi kepada publik sekaligus memudahkan proses analisis dan evaluasi terhadap perkembangan data pemilih.
Ketua Bawaslu Kabupaten Boyolali, Widodo, menegaskan bahwa pengawasan terhadap Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan merupakan bagian dari komitmen Bawaslu dalam menjaga hak konstitusional setiap warga negara.
"Data pemilih yang berkualitas merupakan fondasi utama penyelenggaraan pemilu yang berintegritas. Oleh karena itu, kami terus mendorong agar setiap proses pemutakhiran dilakukan secara transparan, akurat, dan akuntabel," ujarnya.
Bawaslu Kabupaten Boyolali akan terus mengawal setiap tahapan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan melalui langkah-langkah pencegahan, pengawasan langsung, serta penyampaian saran perbaikan. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan hak pilih masyarakat tetap terlindungi serta mendukung terwujudnya demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.
Foto : Fajar Arif Musthofa
Penulis : Fajar Arif Musthofa
Editor : Alan Amundi Wibowo