Matangkan Data Jelang Pleno, Bawaslu Boyolali Gelar Rapat Koordinasi Pengawasan PDPB Triwulan IV
|
Boyolali – Bawaslu Kabupaten Boyolali menggelar rapat koordinasi Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Triwulan IV bersama jajaran KPU Kabupaten Boyolali dan beberapa pegiat pemilu, Kamis (4/12/2025) pukul 14.30 WIB. Rapat ini merupakan tindak lanjut atas undangan resmi KPU menjelang pelaksanaan Rapat Pleno PDPB Triwulan IV yang dijadwalkan pada 6–8 Desember mendatang.
Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Bawaslu Boyolali, Widodo, diikuti jajaran anggota dan kesekretariatan. Dalam arahannya, Widodo menegaskan pentingnya konsistensi pengawasan data pemilih, terlebih menjelang masuknya agenda pemutakhiran di akhir tahun. Anggota Bawaslu Boyolali, Muhamad Mahmudi, menambahkan bahwa regulasi pengawasan mengacu pada Perbawaslu Nomor 1 Tahun 2025, yang mekanismenya tetap sama untuk triwulan I hingga IV.
Pada kesempatan tersebut, Bawaslu Boyolali melaporkan hasil uji petik dan analisis data yang telah dilakukan. Dari laporan provinsi, triwulan IV menekankan pentingnya pelibatan pengawasan partisipatif dalam memastikan akurasi data pemilih. Bawaslu Boyolali memastikan bahwa untuk PDPB sejauh ini berada dalam kondisi aman dan tidak ditemukan penambahan signifikan sebagaimana dikhawatirkan sebelumnya.
Sementara itu, Anggota KPU Boyolali, Muhammad Rokhani, menyampaikan perkembangan persiapan pleno PDPB. Disebutkan bahwa proses sinkronisasi mengacu pada berbagai sumber data, antara lain DPT Pemilu terakhir, data konsolidasi Kemendagri, data dari instansi terkait, serta masukan masyarakat. Namun, beberapa data tidak dapat ditindaklanjuti karena tidak ditemukan baik di Sidalih maupun sistem Kemendagri, serta ketiadaan data dukung.
Dalam paparan terkait hasil pengawasan Coktas (Pencocokan Terbatas) yang berlangsung 24–28 November, Bawaslu memaparkan bahwa dari 102 sampel nama, sebanyak 67 pemilih benar berada di luar negeri, 32 lainnya berada di Boyolali dan tetap memenuhi syarat sebagai pemilih, sementara 3 nama tidak dapat dikonfirmasi keberadaannya. Temuan ini menjadi bagian dari rekomendasi penguatan pengawasan data pemilih di pleno nanti.
Bawaslu Boyolali menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pemutakhiran data pemilih berkelanjutan, memastikan keakuratan, validitas, dan keterbukaan proses sebagai fondasi penting menuju pemilihan yang lebih berkualitas. Dengan koordinasi yang solid antara Bawaslu dan KPU, diharapkan pelaksanaan Pleno PDPB Triwulan IV dapat berjalan lancar dan akuntabel.
Foto : Fajar Arif Musthofa
Penulis : Fajar Arif Musthofa
Editor : Alan Amundi Wibowo