Lompat ke isi utama

Berita

PKKMB Universitas Boyolali, Bawaslu Boyolali Bahas Demokrasi Digital dan Anti Korupsi

Widodo (kanan) saat menjadi pemateri.

Widodo (kanan) saat menjadi pemateri.

BOYOLALI – Ketua Bawaslu Kabupaten Boyolali, Widodo, menjadi pemateri dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Boyolali Tahun Akademik 2026/2027, Jumat (4/9/2026). Mengangkat tema “Demokrasi Digital, Anti Korupsi, dan Tantangan Generasi Muda,” Widodo mengajak mahasiswa baru memahami peran generasi muda dalam menjaga kualitas demokrasi di tengah perkembangan ruang digital.

Kegiatan berlangsung mulai pukul 13.00 WIB di Graha Amarta Universitas Boyolali. Dalam pemaparannya, Widodo membahas tiga pokok utama, yakni demokrasi dan demokrasi digital, anti korupsi serta kaitannya dengan pengawasan pemilu, dan tantangan generasi muda dalam menghadapi pemilu mendatang.

“Mahasiswa memiliki posisi strategis dalam kehidupan demokrasi. Karena itu, menjadi pemilih yang kritis, berintegritas, dan mampu memilah informasi merupakan bagian penting dari peran generasi muda,” ujarnya.

Selain literasi digital, mahasiswa diajak memahami pentingnya menjaga integritas dalam pemilu. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah politik uang. Dalam materi tersebut, politik uang dipaparkan bukan sekadar persoalan pelanggaran dalam pemilu, tetapi juga berkaitan dengan potensi munculnya korupsi politik setelah proses pemilihan.

“Ruang digital harus dimanfaatkan untuk memperkuat demokrasi, bukan menjadi tempat berkembangnya informasi yang menyesatkan. Generasi muda harus berani memeriksa informasi sebelum percaya dan menyebarkannya,” pesannya.

Widodo juga mendorong mahasiswa untuk mengambil peran konkret dalam kehidupan demokrasi. Peran tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan hak pilih, menolak politik uang, mencegah penyebaran hoaks dan konten bermuatan SARA, memilih berdasarkan rekam jejak, serta melaporkan dugaan pelanggaran pemilu kepada Bawaslu.

Kegiatan PKKMB ini sekaligus menjadi ruang bagi Bawaslu Boyolali untuk memperluas pendidikan politik kepada generasi muda. Mahasiswa tidak hanya diperkenalkan pada kehidupan akademik, tetapi juga didorong memahami hak, kewajiban, serta tanggung jawabnya sebagai warga negara. Melalui pembekalan tersebut, Bawaslu Boyolali berharap mahasiswa baru Universitas Boyolali dapat tumbuh menjadi generasi yang kritis, berintegritas, cakap bermedia digital, dan turut menjaga demokrasi agar tetap bersih, jujur, serta bermartabat.

Foto : Hendrawan Wijaya
Penulis : Fajar Arif Musthofa
Editor : Alan Amundi Wibowo