Saka Adhyasta Pemilu Disiapkan Jadi Kader Pengawas Partisipatif, Totok Subagyo Beri Pengantar Pelatihan P2P
|
BOYOLALI – Setelah pembukaan resmi Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026 oleh Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, Diana Ariyanti, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi Pengantar Pelatihan yang dimulai pukul 09.00 WIB. Materi disampaikan oleh Totok Subagyo, Pamong Saka Adhyasta Pemilu Kabupaten Boyolali.
Dalam paparannya, Totok mengajak peserta untuk memahami peran strategis Pendidikan Pengawas Partisipatif sebagai sarana membangun kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam mengawal demokrasi. Ia menegaskan bahwa anggota Saka Adhyasta Pemilu Kabupaten Boyolali diproyeksikan menjadi kader-kader Pengawas Partisipatif yang mampu berkontribusi dalam pengawasan tahapan pemilu dan pemilihan.
Pada kesempatan tersebut, Totok terlebih dahulu mengajak peserta mengenal lebih dekat tentang Saka Adhyasta Pemilu. Melalui diskusi interaktif, peserta diajak memahami fungsi, tujuan, dan peran organisasi kepramukaan yang berfokus pada pendidikan kepemiluan dan demokrasi tersebut.
Selanjutnya, Totok menjelaskan tujuan dari Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P), yakni membentuk kader yang memiliki pengetahuan, keterampilan, dan kepedulian terhadap proses demokrasi. Menurutnya, pengawasan partisipatif menjadi salah satu instrumen penting untuk memastikan penyelenggaraan pemilu berjalan sesuai prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.
Ia juga menguraikan alasan mengapa anggota Saka Adhyasta Pemilu menjadi sasaran utama dalam pelaksanaan P2P. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari kebijakan Bawaslu Provinsi Jawa Tengah dalam mengoptimalkan kader-kader yang telah terbentuk melalui kerja sama dengan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka.
“Selain karena sudah memiliki wadah pembinaan yang jelas, latar belakang kepramukaan dinilai paling mumpuni dan relevan dalam mencetak kader pengawas pemilu, khususnya dari kalangan pemilih pemula. Nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, dan pengabdian yang dimiliki anggota Pramuka menjadi modal penting dalam membangun pengawas partisipatif yang berkualitas,” jelas Totok.
Melalui sesi pengantar pelatihan ini, peserta diharapkan memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai tujuan Pendidikan Pengawas Partisipatif serta peran yang dapat mereka ambil dalam mendukung pengawasan pemilu. Dengan bekal tersebut, anggota Saka Adhyasta Pemilu diharapkan mampu menjadi agen pendidikan demokrasi sekaligus mitra Bawaslu dalam menjaga integritas pemilu dan pemilihan di Kabupaten Boyolali.
Foto : Lanjar Kurniawan
Penulis : Fajar Arif Musthofa
Editor : Alan Amundi Wibowo