Lompat ke isi utama

Berita

Santri Sebagai Pilar Moral Demokrasi, Bawaslu Boyolali Hadirkan Dialog Reflektif di Hari Santri Nasional

Suasana Talk Show menyambut Hari Santri Nasional.

Suasana Talk Show menyambut Hari Santri Nasional.

Boyolali — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2025, Bawaslu Kabupaten Boyolali menggelar Talk Show Pojok Demokrasi bertajuk “Santri: Pilar Moral Demokrasi Bangsa” pada Senin, 20 Oktober 2025. Kegiatan yang disiarkan melalui kanal YouTube Bawaslu Boyolali ini menghadirkan dua narasumber, yaitu Muhammad Nasron dan Eko Sumadi, dengan Sony Surya Prayoga sebagai host.

Acara ini menjadi ruang refleksi atas peran penting santri dalam menjaga moralitas dan etika kehidupan berbangsa, termasuk dalam konteks demokrasi dan penyelenggaraan pemilu.

Dalam pembahasan, para narasumber menyoroti sejarah Hari Santri yang tak lepas dari Resolusi Jihad 1945, sebuah momentum perjuangan para ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Semangat jihad kebangsaan inilah yang kini diterjemahkan dalam bentuk komitmen moral menjaga keadilan dan integritas demokrasi.

Muhammad Nasron menjelaskan, karakter santri seperti disiplin, taat, dan berakhlak mulia dapat menjadi penyeimbang dalam dinamika politik nasional yang sering kali sarat kepentingan. “Santri harus berani menegakkan kebenaran, namun tetap dengan adab dan akhlak. Politik bukan arena untuk saling menjatuhkan, tetapi ladang pengabdian,” ungkapnya.

Sementara itu, Eko Sumadi menegaskan bahwa pesantren memiliki potensi besar sebagai ruang pendidikan demokrasi. “Pesantren bukan hanya tempat menuntut ilmu agama, tetapi juga sekolah kebangsaan. Di sana santri belajar musyawarah, menghormati perbedaan, dan membangun kesadaran bernegara,” jelasnya.

Diskusi juga mengulas pentingnya peran santri dalam mewujudkan politik yang bersih dan beretika. Di tengah stigma negatif terhadap dunia politik, santri diharapkan menjadi pelopor politik yang berlandaskan nilai kejujuran, keadilan, dan integritas.

Menutup acara, para narasumber sepakat bahwa santri bukan sekadar penonton dalam perjalanan demokrasi, melainkan penjaga arah dan nilai-nilai moral bangsa. Demokrasi yang beradab hanya bisa terwujud bila dijalankan oleh individu berintegritas dan bermoral kuat—nilai-nilai yang menjadi napas kehidupan santri.

Melalui kegiatan ini, Bawaslu Boyolali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan ruang edukasi publik yang membangun kesadaran politik masyarakat berbasis nilai, moral, dan kebangsaan.

Foto : Fajar Arif Musthofa
Penulis : Fajar Arif Musthofa
Editor : Alan Amundi Wibowo

Tag
bawaslu boyolali