Lompat ke isi utama

Berita

Sarbini Buka Sesi Pertama Penguatan Kelembagaan, Tekankan Sinergi dan Kolaborasi Demokrasi Berintegritas

Sarbini (kanan) saat menjadi narasumber dalam acara penguatan kelembagaan.

Sarbini (kanan) saat menjadi narasumber dalam acara penguatan kelembagaan.

Boyolali — Dalam rangka memperkuat peran kelembagaan pengawas Pemilu menuju penyelenggaraan demokrasi yang berintegritas, Bawaslu Kabupaten Boyolali menggelar kegiatan “Sinergitas Bersama Mitra Kerja Bawaslu dalam Penguatan Kelembagaan Pemilu Tahun 2025” pada Selasa (14/10/2025) di Al-Azhar Azhima Hotel & Convention, Ngemplak, Boyolali.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah tokoh nasional sebagai narasumber, di antaranya Heddy Lugito (Ketua DKPP RI), Aria Bima (Wakil Ketua Komisi II DPR RI), dan Sarbini (Dosen UIN Surakarta), yang memberikan materi bertajuk “Sinergisitas Mitra Bawaslu untuk Penguatan Kelembagaan Pengawasan Pemilu Menuju Kolaborasi Berintegritas untuk Demokrasi yang Lebih Kuat.”

Dalam pemaparannya, Sarbini menegaskan pentingnya momentum pasca-Pemilu untuk memperkuat kelembagaan Bawaslu. “Pemilu telah usai, namun fungsi kelembagaan Bawaslu tidak berhenti. Justru ini saat terbaik untuk refleksi, reposisi, dan memperkuat kolaborasi lintas lembaga,” ujarnya.

Ia memaparkan bahwa tantangan pengawasan ke depan semakin kompleks, mulai dari tekanan politik, keterbatasan sumber daya, hingga dinamika politik digital. Oleh karena itu, strategi penguatan kelembagaan harus menyentuh lima aspek utama, yakni:

1. Penguatan SDM dan kapasitas institusional melalui pelatihan berkelanjutan dan profesionalisasi pengawas Pemilu.
2. Reformasi organisasi untuk memperjelas desain kelembagaan dan memperkuat kedudukan Bawaslu dalam regulasi daerah.
3. Optimalisasi pengawasan berbasis teknologi dan data, termasuk digitalisasi arsip dan sistem peringatan dini pelanggaran Pemilu.
4. Penguatan jejaring partisipatif dengan perguruan tinggi, ormas, dan media dalam mengawasi bersama jalannya demokrasi.
5. Peningkatan transparansi dan akuntabilitas melalui publikasi terbuka hasil pengawasan dan forum refleksi tahunan.

Lebih lanjut, Sarbini menekankan bahwa integritas Pemilu tidak bisa dibangun secara tunggal oleh satu lembaga. “Pengawasan yang kuat hanya bisa terwujud melalui sinergi. Kita harus mengawasi bersama, bukan bekerja sendiri. Kekuatan kita ada pada kolaborasi,” tegasnya.

Kegiatan ini menjadi ruang reflektif bagi Bawaslu Boyolali dan para mitra kerja untuk menyatukan langkah dalam memperkuat sistem pengawasan Pemilu ke depan. Melalui sinergisitas yang berlandaskan kepercayaan, komunikasi terbuka, dan koordinasi yang solid, diharapkan Bawaslu dapat menjadi garda etika demokrasi yang menjaga integritas Pemilu dan kepercayaan publik.

Foto : Fajar Arif Musthofa
Penulis : Fajar Arif Musthofa
Editor : Alan Amundi Wibowo

Tag
bawaslu boyolali