Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Boyolali Bahas E-Voting dan Tantangan Demokrasi Generasi Muda dalam Konsolidasi Demokrasi

Widodo (tengah) saat berdiskusi dengan Kades Singosari.

Bawaslu Boyolali Bahas E-Voting dan Tantangan Demokrasi Generasi Muda dalam Konsolidasi Demokrasi

Boyolali — Bawaslu Kabupaten Boyolali melaksanakan kegiatan konsolidasi demokrasi dengan membahas transformasi digital dalam pemilu melalui sistem e-voting serta tantangan demokrasi di kalangan generasi muda. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (11/5/2026) di kawasan Sendang Panguripan, Desa Singosari, Kecamatan Mojosongo.

Konsolidasi demokrasi ini menghadirkan Kepala Desa Singosari, Edi Sarwoko, sebagai narasumber dalam diskusi bersama Ketua Bawaslu Kabupaten Boyolali, Widodo beserta jajaran. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut Instruksi Ketua Bawaslu Nomor 2 Tahun 2026 tentang tugas konsolidasi demokrasi dalam memperkuat penyelenggaraan pemilu di luar tahapan.

Dalam diskusi, Bawaslu Boyolali menyoroti perkembangan teknologi informasi yang semakin memengaruhi proses demokrasi dan partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda. Oleh karena itu, penguatan literasi demokrasi dan kesiapan menghadapi transformasi digital menjadi perhatian penting dalam pengawasan pemilu ke depan.

Kepala Desa Singosari, Edi Sarwoko, menyampaikan bahwa penerapan sistem e-voting dapat menjadi salah satu solusi strategis untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam proses pemilihan. Menurutnya, pemanfaatan teknologi dalam demokrasi perlu dipersiapkan secara matang agar mampu menjawab tantangan perkembangan zaman. Ia juga mengungkapkan bahwa pengalaman penerapan teknologi serupa dalam pemilihan tingkat desa menunjukkan bahwa digitalisasi mampu membantu meminimalkan potensi manipulasi data suara sekaligus mempercepat proses rekapitulasi hasil pemilihan.

Selain membahas transformasi digital, diskusi juga menyinggung tantangan demokrasi di kalangan generasi muda. Bawaslu Boyolali menilai bahwa derasnya arus informasi di media sosial membawa dampak positif sekaligus tantangan tersendiri, seperti meningkatnya potensi disinformasi, polarisasi, hingga menurunnya kualitas partisipasi politik apabila tidak diimbangi dengan pendidikan politik yang memadai.

Melalui kegiatan konsolidasi demokrasi ini, Bawaslu Kabupaten Boyolali berharap dapat memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya demokrasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus mendorong partisipasi generasi muda dalam menjaga kualitas pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas menuju Pemilu 2029.

Foto : Sony Surya Prayoga
Penulis : Fajar Arif Musthofa
Editor : Alan Amundi Wibowo

Tag
bawaslu boyolali