Lompat ke isi utama

Berita

Ngabuburit Pengawasan Bahas Demokrasi sebagai Amanah, Bawaslu Boyolali Hadirkan Anggota Bawaslu Jateng

Jajaran Bawaslu Boyolali saat mengikuti kegiatan secara daring.

Jajaran Bawaslu Boyolali saat mengikuti kegiatan secara daring.

Boyolali — Mengisi waktu menjelang berbuka puasa dengan diskusi reflektif seputar demokrasi dan nilai-nilai keislaman, Bawaslu Kabupaten Boyolali kembali menggelar program Ngabuburit Pengawasan yang disiarkan secara langsung melalui kanal resmi YouTube @BawasluKabBoyolali pada Jumat (13/3/2026) mulai pukul 16.30 WIB.

Pada kesempatan ini, diskusi mengangkat tema “Menjaga Demokrasi sebagai Amanah: Penguatan Kelembagaan Bawaslu dalam Perspektif Nilai Islam.” Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber Muhammad Rofiuddin, Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Tengah, yang menyampaikan materi tentang keterkaitan antara nilai-nilai ibadah puasa dengan penguatan kelembagaan pengawas pemilu.

Dalam paparannya dijelaskan bahwa prinsip-prinsip demokrasi sejatinya memiliki keselarasan dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam Islam. Beberapa prinsip tersebut antara lain as-syura (musyawarah), al-‘adalah (keadilan), al-amanah (kepercayaan), al-mas’uliyyah (tanggung jawab), serta al-hurriyyah (kebebasan). Nilai-nilai ini juga menjadi landasan penting dalam penyelenggaraan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.

Lebih lanjut, Rofiuddin menjelaskan bahwa ibadah puasa memiliki makna mendalam dalam membentuk karakter integritas. Puasa merupakan ibadah yang bersifat personal karena pada dasarnya hanya individu yang mengetahui apakah ia benar-benar menjalankannya atau tidak. Kondisi tersebut melatih seseorang untuk mengawasi dirinya sendiri dan menjaga kejujuran.

Ia juga mengaitkan praktik puasa dengan tahapan dalam pemilu. Sebagaimana puasa yang memiliki aturan waktu seperti sahur, menahan diri sepanjang hari, hingga berbuka pada waktunya, penyelenggaraan pemilu juga memiliki tahapan yang harus dilaksanakan secara tertib dan sesuai regulasi. Menurutnya, baik puasa maupun pemilu sama-sama menuntut nilai kejujuran, kedisiplinan, dan integritas. Jika seseorang mampu menjalankan ibadah puasa dengan baik, maka nilai-nilai tersebut juga dapat tercermin dalam pelaksanaan tugas sebagai pengawas pemilu.

Melalui kegiatan Ngabuburit Pengawasan ini, Bawaslu Boyolali berharap tercipta ruang dialog yang tidak hanya mengisi waktu menjelang berbuka puasa, tetapi juga memperkaya perspektif tentang bagaimana nilai-nilai agama dapat menjadi landasan moral dalam menjaga demokrasi yang bersih, transparan, dan berintegritas.

Foto : Hendrawan Wijaya
Penulis : Fajar Arif Musthofa
Editor : Alan Amundi Wibowo

Tag
bawaslu boyolali