Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Fondasi Lembaga, Bawaslu Boyolali Hadirkan Podcast Strategi Penguatan Kelembagaan 2026

Widodo (kiri) saat menjadi narasumber dalam podcast.

Widodo (kiri) saat menjadi narasumber dalam podcast.

Boyolali — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Boyolali terus berupaya memperkuat kelembagaan di masa non-tahapan pemilu. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menghadirkan podcast bertajuk “Strategi Penguatan Kelembagaan Bawaslu Tahun 2026” yang tayang di kanal YouTube @BawasluKabBoyolali pada Kamis (29/1/2026) jam 13.00 WIB. Podcast ini menghadirkan Ketua Bawaslu Kabupaten Boyolali, Widodo, sebagai narasumber utama, dengan dipandu oleh staf Bawaslu Boyolali, Wahyu Hasta Ariwidya, selaku host. Melalui format dialog santai namun substansial, podcast ini membahas berbagai strategi penguatan kelembagaan Bawaslu pasca-Pemilu dan Pilkada.

Dalam perbincangan tersebut, Widodo menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi momentum penting untuk melakukan konsolidasi organisasi. Masa non-tahapan pemilu dinilai sebagai waktu strategis untuk melakukan evaluasi kelembagaan, memperkuat sistem kerja, serta menjaga ritme dan budaya kerja agar tetap profesional dan berintegritas. Lebih lanjut disampaikan bahwa tantangan Bawaslu di luar tahapan pemilu tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan anggaran dan sumber daya manusia, tetapi juga persepsi publik yang kerap menganggap Bawaslu kurang aktif. Oleh karena itu, diperlukan strategi komunikasi dan publikasi kinerja yang berkelanjutan agar masyarakat memahami bahwa fungsi pengawasan pemilu bersifat terus-menerus.

Dalam konteks penguatan kelembagaan, peran sekretariat disebut sebagai tulang punggung teknis dan administrasi Bawaslu. Sinergi antara pimpinan dan sekretariat, profesionalisme aparatur sipil negara, serta penerapan sistem kerja yang efisien dan akuntabel menjadi kunci utama dalam menjaga soliditas organisasi. Podcast ini juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia, tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga integritas dan etos kerja. Widodo menekankan bahwa keteladanan pimpinan dan pembinaan internal yang berkelanjutan merupakan fondasi utama dalam membangun budaya organisasi yang kuat.

Selain penguatan internal, Bawaslu Boyolali menegaskan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah daerah, media, dan masyarakat sipil. Kolaborasi tersebut dilakukan dalam batas independensi lembaga, guna memastikan strategi penguatan kelembagaan tetap berdampak langsung pada peningkatan kualitas demokrasi dan pengawasan partisipatif di masyarakat. Melalui podcast ini, Bawaslu Kabupaten Boyolali berharap masyarakat dapat memahami bahwa penguatan kelembagaan bukan semata urusan internal, melainkan bagian dari upaya menjaga demokrasi sebagai proses yang berkelanjutan. Bawaslu yang kuat sejak jauh hari diyakini akan mampu menjalankan fungsi pengawasan secara optimal ketika tahapan pemilu kembali berlangsung.

Foto : Fajar Arif Musthofa
Penulis : Fajar Arif Musthofa
Editor : Alan Amundi Wibowo

Tag
bawaslu boyolali