Lompat ke isi utama

Berita

Selikuran Jadi Pengingat Akhir Ramadhan, Tausiyah Dhuhur Bawaslu Boyolali Ajak Hidupkan Qiyamul Lail

Muhamad Mahmudi (di atas mimbar) saat menyampaikan tausiyah.

Muhamad Mahmudi (di atas mimbar) saat menyampaikan tausiyah.

Boyolali — Suasana Ramadhan di lingkungan Bawaslu Kabupaten Boyolali terus diwarnai dengan kegiatan pembinaan rohani. Pada Rabu (11/3/2026), jajaran pimpinan dan staf kembali melaksanakan Sholat Dhuhur berjamaah yang dilanjutkan dengan tausiyah keagamaan di kantor setempat.

Tausiyah disampaikan oleh Anggota Bawaslu Boyolali, Muhamad Mahmudi, yang mengingatkan bahwa bulan Ramadhan merupakan momentum ikhtiar bagi setiap muslim untuk menjadi pribadi yang muttaqin, yakni orang-orang yang bertakwa. Dalam ceramahnya, Mahmudi menjelaskan bahwa tujuan utama ibadah puasa adalah membentuk pribadi yang mampu menjalankan perintah Allah SWT serta menjauhi segala larangan-Nya.

Ia juga menyinggung tradisi masyarakat Jawa yang dikenal dengan istilah selikuran, yaitu peringatan malam ke-21 Ramadhan. Menurutnya, tradisi tersebut memiliki latar sejarah sebagai bagian dari akulturasi budaya yang diperkenalkan oleh para Wali Songo dalam menyebarkan ajaran Islam di tanah Jawa. Tradisi selikuran, lanjutnya, dimaksudkan sebagai pengingat bahwa umat Islam telah memasuki putaran akhir Ramadhan, sehingga dianjurkan untuk semakin meningkatkan kualitas ibadah.

“Ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, salah satunya dengan melaksanakan i’tikaf di masjid,” jelasnya.

Selain i’tikaf, Mahmudi juga mengajak seluruh peserta untuk menghidupkan qiyamul lail atau ibadah malam, seperti sholat tahajud, membaca Al-Qur’an, serta memperbanyak doa dan dzikir. Malam-malam terakhir Ramadhan merupakan waktu yang sangat istimewa karena di dalamnya terdapat malam Lailatul Qadar, yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.

Melalui kegiatan sholat berjamaah dan tausiyah ini, Bawaslu Boyolali berharap semangat Ramadhan dapat terus menumbuhkan kesadaran spiritual, memperkuat keistiqomahan dalam beribadah, serta menanamkan nilai integritas dalam menjalankan amanah tugas pengawasan.

Foto : Hendrawan WIjaya
Penulis : Fajar Arif Musthofa
Editor : Alan Amundi Wibowo