Situasi Global Memanas, Bawaslu Boyolali Dilarang “Hilang” Saat WFH
|
Boyolali – Di tengah eskalasi ketegangan geopolitik dunia yang mulai merembet hingga ke tingkat nasional, jajaran Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Boyolali justru memilih untuk memperkuat internal dengan disiplin dan efisiensi. Pada Senin pagi (06/04/2026), pukul 07.30 WIB, seluruh staf dan pegawai mengikuti apel pagi di halaman Kantor Bawaslu Boyolali.
Bertindak sebagai pembina apel, Anggota Bawaslu Boyolali, Muhamad Mahmudi, dalam amanatnya menyoroti kondisi global yang sedang tidak baik-baik saja.
"Situasi geopolitik internasional saat ini sedang tidak baik. Eskalasinya sudah kita rasakan sampai ke tingkat nasional." tegas Mahmudi di hadapan puluhan peserta apel.
Poin paling kritis yang ditekankan Mahmudi adalah terkait kebijakan Work From Home (WFH) yang belakangan kerap disalahartikan. Ia mengingatkan bahwa WFH bukan berarti libur.
"WFH tidak berarti libur. Pekerjaan tetap harus dituntaskan. Saya tidak ingin mendapati ada pegawai yang tidak bisa dihubungi ketika menjalankan WFH. Komunikasi harus tetap terjaga," ujarnya dengan tegas.
Mahmudi menjelaskan bahwa salah satu tujuan utama penerapan kebijakan fleksibilitas kerja (termasuk WFH) adalah untuk efisiensi dan penghematan anggaran, terutama di tengah tekanan ekonomi global. Bukan untuk mengurangi produktivitas.
"Kita bisa hemat listrik, hemat transport, dan hemat BBM. Tapi jangan sampai hemat pekerjaan. Target dan tenggat waktu tetap harus dipenuhi." imbuhnya.
Apel pagi yang berlangsung selama kurang lebih 30 menit itu berjalan khidmat. Selain arahan disiplin, Mahmudi juga mengingatkan jajarannya untuk terus menjaga netralitas dan kesiapan pengawasan menjelang potensi dinamika politik nasional ke depan.
Foto : Fajar Arif Musthofa
Penulis : Fajar Arif Musthofa
Editor : Alan Amundi Wibowo