Panwaslu Kecamatan Ampel Ajak Pelajar SMP Untuk Belajar Demokrasi Dan Pemilu
|
Boyolali – Panwaslu Kecamatan Ampel melaksanakan kegiatan sosialisasi tentang Pemilihan Umum di SMP Negeri 1 Ampel. Kegiatan ini diadakan berdasarkan tuntutan kegiatan kurikulum merdeka (proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) dengan tema “Suara Demokrasi” yang diselenggarakan pada hari Jumat, (6/10/2023).
Kegiatan tersebut diikuti oleh siswa kelas VII yang terdiri dari 238 siswa dan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama dengan judul “Anak Muda Melek Demokrasi” dan sesi kedua diisi dengan tanya jawab soal pemilu. Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Ampel, Agus Listyanto memberikan sambutan kemudian membuka acara tersebut.
Meski pelajar SMP belum memenuhi syarat sebagai pemilih pada Pemilu, pelajar SMP diharapkan tidak alergi belajar tentang demokrasi. Sebab, demokrasi tidak hanya diterapkan dalam pemilu saja tetapi juga di lingkungan sekolah. Nilai-nilai dalam demokrasi juga harus dijalankan dalam lingkungan pelajar.
Sistem demokrasi di sekolah, dapat diwujudkan dalam pemilihan ketua OSIS (Pilkatos). Hal tersebut disampaikan Ketua Panwaslu Kecamatan Ampel, Gunarto, pada saat menjadi narasumber dalam acara tersebut. “Pilkatos merupakan bentuk kecil demokrasi yang mana siswa akan memilih ketua OSIS SMP N 1 Ampel. Semoga kegiatan ini bisa menambah wawasan siswa-siswi tentang pentingnya demokrasi.” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut Gunarto memberikan penjelasan dan pengalaman tentang pemilu di Indonesia. Melalui pemilu, warga Indonesia bisa memilih sosok dianggap pantas dan ingin dijadikan pemimpin dilingkungan pemerintahan. Harapannya agar nanti saat siswa-siswi sudah mendapatkan hak pilih dalam Pemilu, dapat menjadi pemilih yang cerdas dan ikut berpartisipasi dalam mensukseskan pemilu.
Akhir kegiatan tersebut Gunarto berpesan bahwa era perkembangan teknologi sekarang sangat memungkinkan tersebar luasnya informasi yang cepat. “Pemilu sangat rentan dengan berita hoaks. Hati-hati terhadap setiap informasi pemilu terutama informasi yang berpotensi memecah-belah kehidupan bermasyarakat”.