Bawaslu Boyolali Terima Kunjungan KPU Boyolali Bahas Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan
|
Boyolali – Bawaslu Kabupaten Boyolali menerima kunjungan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Boyolali dalam rangka rapat koordinasi terkait Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) pada Senin, 30 Juni 2025. Pertemuan ini berlangsung di Aula Kantor Bawaslu Boyolali mulai pukul 13.00 WIB. Rapat dibuka oleh Ketua Bawaslu Boyolali, Widodo, yang menyampaikan sambutan pembuka dan menekankan pentingnya kolaborasi antar lembaga dalam menjaga akurasi data pemilih sebagai bagian dari penyelenggaraan pemilu yang berkualitas.
Ketua KPU Boyolali, Maya Yudayanti, menyampaikan bahwa hingga saat ini KPU belum menerima tanggapan ataupun masukan dari masyarakat atau instansi lain terkait pemutakhiran data pemilih. Selain itu, KPU baru memperoleh dua sumber data, yaitu dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada dan data dari Kemendagri yang diteruskan melalui KPU RI. Dalam pemaparannya, KPU mencatat adanya 1.831 pemilih kategori DPK (Daftar Pemilih Khusus), dengan 1.281 di antaranya belum masuk dalam DPT. Hal ini menunjukkan pentingnya verifikasi dan pemadanan data yang lebih akurat.
Bawaslu juga turut menyampaikan temuan lapangan, salah satunya adalah kasus di Kecamatan Cepogo, di mana terdapat warga yang menurut data telah meninggal, namun faktanya masih hidup. Temuan ini menjadi sorotan penting terkait validitas data. Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU menyampaikan rencana untuk bersurat secara resmi kepada Bawaslu agar kegiatan pencocokan terbatas dan uji petik bisa dilakukan bersama, guna memastikan validitas data di lapangan.
Dalam diskusi, PJ Sidalih KPU Boyolali, Nikita Amurwa Bhumi, juga menjelaskan bahwa data di Sidalih sudah terintegrasi secara nasional. Namun demikian, masih ditemukan kendala seperti data ganda akibat proses pindah domisili yang belum sepenuhnya rampung. Anggota KPU Boyolali, Anik, menambahkan pentingnya klarifikasi berbasis verifikasi faktual, terutama untuk kasus-kasus seperti yang disampaikan Bawaslu. Ia juga meminta rekomendasi resmi dari Bawaslu terkait hal tersebut.
Sebagai penutup, Bawaslu Boyolali berharap agar proses pengawasan ke depan dapat dilakukan secara berbasis data dan disertai saran perbaikan yang konstruktif. Kunjungan ini mencerminkan komitmen bersama antara Bawaslu dan KPU Boyolali untuk terus menjaga integritas data pemilih demi suksesnya pelaksanaan Pemilu dan Pilkada yang demokratis dan terpercaya.
Penulis dan Foto: Humas Bawaslu Boyolali
Editor: Humas Bawaslu Boyolali