Lompat ke isi utama

Berita

Perkuat Pengawasan Pemilu Berbasis Akademisi, Bawaslu Boyolali Gandeng Universitas Boyolali

Proses penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh Ketua Bawaslu Boyolali.

Proses penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) oleh Ketua Bawaslu Boyolali.

Boyolali — Bawaslu Kabupaten Boyolali resmi menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Boyolali melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Nota Kesepahaman (MoA) pada Rabu, 1 April 2026 pukul 09.00 WIB, bertempat di ruang Rektor Universitas Boyolali. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Boyolali, Widodo, bersama Rektor Universitas Boyolali, Nanik Sutarni, serta Dekan Fakultas Hukum Universitas Boyolali, Burham Pranawa, sebagai bentuk komitmen bersama dalam memperkuat pengawasan pemilu partisipatif berbasis akademisi.

Melalui perjanjian ini, kedua belah pihak sepakat untuk mengembangkan sinergi dalam bidang pendidikan politik, pengawasan pemilu partisipatif, serta penguatan demokrasi. Ruang lingkup kerja sama mencakup pelaksanaan kuliah umum, seminar, diskusi akademik, hingga pelibatan mahasiswa dalam kegiatan pengawasan pemilu dan pendidikan pemilih.

Selain itu, kerja sama juga diarahkan pada pengembangan riset dan kajian ilmiah di bidang kepemiluan, pertukaran data dan informasi, serta penguatan peran civitas akademika dalam mendukung kualitas demokrasi. Keterlibatan mahasiswa diharapkan mampu menjadi motor penggerak pengawasan partisipatif di tengah masyarakat.

Dalam kerja sama tersebut, Universitas Boyolali berperan dalam memfasilitasi kegiatan akademik serta mendorong partisipasi mahasiswa, sementara Bawaslu Boyolali menyediakan materi, narasumber, serta pendampingan dalam kegiatan kepemiluan dan demokrasi. Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan kolaborasi yang berkelanjutan antara dunia akademik dan lembaga pengawas pemilu.

Sementara itu, melalui Nota Kesepahaman dengan Fakultas Hukum Universitas Boyolali, kerja sama juga difokuskan pada pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Bawaslu Boyolali memandang kerja sama ini sebagai langkah strategis dalam memperluas basis pengawasan pemilu yang tidak hanya melibatkan masyarakat umum, tetapi juga kalangan akademisi sebagai mitra kritis dan konstruktif dalam menjaga integritas demokrasi.

Melalui kolaborasi ini, Bawaslu Boyolali berharap dapat menciptakan ekosistem pengawasan pemilu yang lebih inklusif, edukatif, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang sadar demokrasi dan aktif dalam mengawal proses pemilu yang jujur dan adil.

Foto : Lanjar Kurniawan
Penulis : Fajar Arif Musthofa
Editor : Alan Amundi Wibowo

Tag
bawaslu boyolali